Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

♥ Cara Mengenali Kualitas Telur ♥



TELUR menjadi santapan lezat dengan berbagai olahan, mulai direbus, digoreng, ditumis, bahkan menjadi adonan kue. Namun bila Anda salah memilih, risikonya akan terlihat pada hasil masakan maupun kue.

Salah satu ciri telur tidak baik adalah bila dipecahkan, tidak menjadi satu melainkan menyebar. Ciri ini sebenarnya tidak cukup untuk menentukan kualitas telur, apalagi telur merupakan salah satu bahan makanan yang susah dikenali karena bentuk dan kulit semua telur cenderung sama.

Berikut tip mengetahui kondisi telur, seperti diutarakan Desianto B. Utomo selaku Ketua Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia kepada okezone usai Festival Ayam dan Telur di Parkir Timur Senayan, Jakarta, belum lama ini.

♦ Dengan wadah berisi air ♦

Dalam menguji kualitas telur, Anda bisa menggunakan wadah yang telah diisi air. Teknik ini sebenarnya sering kali digunakan oleh orang-orang zaman dahulu.

Bila telur mengambang ketika dicelupkan ke air, berarti telur sudah dalam kondisi tidak baik. Telur kualitas buruk mengambang lantaran sudah terdapat rongga udara di dalamnya. (lihat gambar)

♦ Dengan cara diputar ♦

Teknik kedua untuk mengetahui kondisi telur adalah dengan cara diputar. Cara ini termasuk paling mudah dan tidak repot. Ambil telur lalu posisikan secara tegak (vertikal/lonjong ke atas) sebelum Anda memutarnya di tempat yang datar. Putar dengan kecepatan sedang. Usahakan saat diputar telur tetap tegak.

Tekan telur untuk menghentikannya. Cara menekannya tidak boleh terlalu keras, tapi juga jangan terlalu pelan. Usahakan tekan dengan cepat (jangan lebih dari 2 detik). Jika telur berhenti berputar, maka telur itu matang.

Jika telur kembali berputar, Anda harus menekannya lagi dengan cara yang sama. Jika masih berputar pelan, maka telur itu masih mentah.

♦ Dengan dikocok ♦

Caranya, pegang telur dengan 3 jari, yaitu telunjuk, jari tengah, dan ibu jari. Lalu, kocoklah telur di dekat telinga Anda. Bila suaranya cukup terdengar, berarti albumen atau protein dalam telur sudah rusak karena tidak bisa lagi menahan kuning telur di dalam, dan itu akan terasa sekali di tangan Anda.

(okezone)

Selasa, 30 April 2013

Tak Sempat Sarapan? Makanlah 2 Sendok Madu dan Sebutir Telur Rebus

Bangun kesiangan bukan berarti tak sarapan. Pasalnya dengan sarapan otak bisa menjadi tetap fokus saat bekerja. Kalau tak sempat, konsumsi dua sendok madu dan sebutir telur rebus sudah cukup memenuhi nutrisi.

Madu yang kental dan manis sangatlah menyehatkan. Bahkan sejak jaman Yunani kuno madu sering dikonsumsi untuk meningkatkan stamina tubuh. Kandungan gula alaminya yang dapat berubah menjadi energi. Selain itu per 100 gram madu mengandung sekitar 292 kkal energi, 0,3 gram protein dan 79,5 gram karbohidrat.

Meskipun terasa manis, kandungan glukosa di dalamnya mampu menyehatkan sisitem pencernaan dan berguna sebagai pengganti karbohidrat. Madu juga bersifat sebagai antibiotik yang dapat membantu menyembuhkan luka bakar dan luka tusuk. Di pagi hari madu bisa dikonsumsi sebanyak dua sendok makan.

Agar nutrisinya semakin lengkap, tambahkan sebutir telur ayam rebus. Telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai sumber energi. Sebutir telur dengan seberat 60 gram mengandung 92,4 gram kalori, 7,44 gram protein, 6,48 gram lemak dan 0,42 gram karbohidrat.

Sebutir telur ayam dapat memberi rasa kenyang lebih lama dan mencegah kenaikan berat badan. Telur juga mengandung kolin yang dapat membantu pemeliharaan lapisan sel otak. Sehingga daya konsentrasi makin bertambah.

Dua jenis makanan praktis ini cocok disajikan untuk Anda yang tidak punya banyak waktu sarapan. Bahkan kedua makanan ini juga bsia dinikmati di dalam kendaraan ataupun sesampainya di kantor.

(odi/dyh)